BFC,PANGKAL PINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor perkebunan kelapa sawit. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perusahaan sawit se-Babel di Ruang Badan Musyawarah DPRD, Senin (22/9/2025).
“Alhamdulillah semuanya sepakat bahwa akan ada dibentuk Forum CSR perusahaan sawit se-Bangka Belitung. Bukan kita untuk mengontrol namun agar CSR ini benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan undang-undang. Artinya mereka ini ada patokan, kalau peraturan daerah nomor 2 tahun 2012, CSR itu 1-2 persen dari keuntungan bersih sudah dipajak,”Ungkap Didit.
Untuk CSR kata didit harus memiliki skala prioritas untuk masyarakat, yakni sektor pendidikan dan kesehatan.
“Dua sektor ini berdampak banyak bagi masyarakat Bangka Belitung yang ingin kuliah namun tidak mampu, dan CSR bisa digunakan untuk membantu itu. Termasuk juga bantuan BPJS untuk kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Nantinya dalam forum tersebut, Didit mengatakan akan ada beberapa unsur yang terlibat untuk memastikan penyaluran CSR dengan tepat sasaran.
“Untuk membentuk forum insya Allah, pada saat rapat akan membuat jadwal lagi. Mengundang semua perusahaan ini bukan eksekutif, tapi pengawasan setiap eksekutif kita akan melibatkan Kejati dan lainnya,” bebernya.
Sementara anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Rina Tarol mengungkapkan CSR dari perusahaan belum optimal untuk membantu kesejahteraan masyarakat.
“APBD Rp 5 Miliar hanya untuk memperbaiki jalan, plat mobil juga tidak ada yang BN. Coba CSR benerin jalannya, lalu kami minta plasma 20 persen itu penuhi dulu,” ungkap Rina Tarol
Senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Eddy Iskandar, terkait kewajiban perusahaan dalam menyalurkan CSR.
“Jangan mengeruk keuntungan, tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya. Kami masih tahap menghimbau, tapi kedepan kita akan merevisi Perdanya. Harus ada ruang berbaginya, dengan masyarakat yang lebih besar,” ucap Eddy Iskandar.(red).






