Danlanal Babel Tegas, Penyelundupan Timah Ilegal Akan Dibongkar dan Melibatkan Penyidik PPNS dari Kementerian ESDM

oleh

BFC, PANGKALPINANG — Komitmen tanpa kompromi kembali ditegaskan Komandan Pangkalan TNI AL Bangka Belitung (Danlanal Babel), Kolonel Laut (P) Ipul Saepul, dalam membongkar jaringan penyelundupan timah ilegal yang terus merongrong kedaulatan ekonomi negara.

Setelah keberhasilan dramatis menggagalkan penyelundupan 5 ton pasir timah di kawasan Pantai Kelayang, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Danlanal Babel menegaskan bahwa proses hukum tengah berjalan intensif.

“Masih dalam proses penyelidikan, Bang. Kami sedang menyurati penyidik PPNS Kementerian ESDM untuk pelimpahan penyidikan,” ujar Danlanal Ipul kepada wartawan, Rabu (6/8/2025).

Hingga kini, belum ada pengakuan resmi mengenai kepemilikan pasir timah maupun truk colt diesel yang digunakan dalam aksi penyelundupan. Seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Lanal Babel untuk proses lanjutan.

“Kita fokus menangani barang bukti sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Dan penyelidikan terus dikembangkan,” tambahnya.

Sebelumnya sempat di beritakan tentang Operasi penyergapan pada Selasa malam, 26 Juli 2025 lalu, dipimpin langsung oleh Kolonel Ipul, setelah tim gabungan dari Satgas Lanal Babel dan Unit Intel menerima informasi intelijen terkait pergerakan mencurigakan di perairan Pantai Matras.

Tim melakukan pengintaian sejak pukul 18.00 WIB, menyisir jalur rawan dari Pantai Turun Aban hingga Jambosak, hingga akhirnya sekitar pukul 23.45 WIB, sebuah truk colt diesel berhasil dicegat ketika hendak memindahkan pasir timah ke kapal cepat (HSC)—modus umum penyelundupan lintas negara.

“Ada sebelas orang kuli angkut yang kabur ke semak-semak. Dua orang berhasil kita amankan. Sisanya masih dalam pencarian,” kata Ipul dalam konferensi pers di Mako Lanal Babel.

Penyelundupan ini dilakukan dengan skema ship to ship transfer, di mana hasil tambang ilegal akan diangkut menggunakan kapal cepat menuju perairan terbuka dan selanjutnya keluar negeri diduga ke Malaysia.

“Pola penyelundupan kini makin berani dan terorganisir. Tapi kami juga makin siap. Tidak ada ruang bagi mafia timah di perairan Babel,” tegas Danlanal.

Barang bukti berupa 5 ton pasir timah dalam 100 karung dan satu unit truk colt diesel kini dijaga ketat di Mako Lanal Babel. Proses penyidikan akan melibatkan penyidik PPNS dari Kementerian ESDM agar bisa menjerat pelaku secara komprehensif.

“Penyelundupan ini bukan berdampak lokal saja. Ini menggerogoti sumber daya nasional dan menjadi ancaman serius bagi ekonomi negara. Kami siap menindak hingga ke akar,” tandas Kolonel Ipul.

Dengan kasus ini, Lanal Babel menegaskan posisinya sebagai benteng pertahanan ekonomi maritim yang tak hanya berjaga dari ancaman asing, tetapi juga melawan kejahatan terorganisir yang mencuri kekayaan bumi Bangka Belitung.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.