BFC, PANGKAL PINANG – Di tengah pesatnya pertumbuhan media digital, sosok Wahyu Kurniawan menjadi salah satu figur yang aktif membangun ekosistem media siber lokal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kiprahnya tidak hanya sebagai penulis berita, tetapi juga sebagai penggerak lahirnya media daring yang memberi ruang bagi berbagai isu daerah untuk dikenal publik lebih luas.
Wahyu Kurniawan dikenal sebagai jurnalis yang terlibat dalam pengelolaan sejumlah media online di Bangka Belitung. Ia merupakan pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi Suarabangka.com. Selain itu, ia juga memimpin media Suarapos, yang turut berperan dalam menyajikan berbagai informasi lokal kepada masyarakat.
Perjalanan kariernya di dunia jurnalistik dimulai dari bawah. Wahyu mengawali profesinya sebagai wartawan di media Transparan di Palembang. Setelah itu, ia melanjutkan karir di Harian Banyuasin dan dua tahun kemudian bergabung dengan Harian Musi Banyuasin.
Pengalaman jurnalistiknya semakin berkembang ketika ia menjadi wartawan Sumatera Hari Ini.
Pada tahun 2016, Wahyu memutuskan hijrah ke Pulau Bangka. Di sana, ia bergabung dengan Koran Harian Radarbangka sebelum kemudian menjadi bagian dari jaringan media nasional Suara.com. Dari pengalaman tersebut, ia akhirnya mendirikan media Suarabangka.com sebagai salah satu platform pemberitaan lokal di Bangka Belitung.
Melalui media yang ia kelola, berbagai isu strategis daerah mulai dari kebijakan pemerintah, persoalan sosial hingga laporan investigasi lokal berhasil diangkat ke ruang publik. Kehadiran media-media tersebut dinilai ikut memperkuat posisi media siber sebagai sumber informasi bagi masyarakat Bangka Belitung.
Tidak hanya aktif di ruang redaksi, Wahyu juga terlibat dalam organisasi pers. Ia tercatat sebagai Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bangka Belitung serta Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Belitung. Melalui organisasi ini, ia mendorong peningkatan kualitas wartawan daerah, termasuk lewat pelaksanaan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Sertifikasi UKW tingkat utama yang dimilikinya menjadi bukti komitmennya terhadap profesionalisme jurnalistik. Menurutnya, kualitas dan integritas wartawan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan media yang kredibel.
Nama Wahyu Kurniawan juga sempat menjadi perhatian publik setelah mengalami dugaan kekerasan saat menjalankan tugas peliputan di sebuah gudang perusahaan di Kabupaten Bangka pada 7 Maret 2026.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan mendapat perhatian dari sejumlah organisasi pers karena dinilai sebagai ancaman terhadap kebebasan pers.
Meski demikian, kejadian tersebut tidak menyurutkan langkahnya di dunia jurnalistik. Hingga kini, Wahyu Kurniawan tetap aktif dalam aktivitas media dan organisasi pers, serta terus berupaya memperkuat peran jurnalisme lokal di tengah tantangan era digital.
Kiprah Wahyu menunjukkan bahwa jurnalis daerah tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak perkembangan media dan penjaga kualitas jurnalisme di tingkat lokal. (red).






