BFC,BATURUSA – Pemerintah Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, resmi menetapkan program ketahanan pangan tahun 2025 berupa budidaya bebek bertelur dengan total jumlah 700 ekor bebek. Keputusan ini diambil dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar pada Kamis, 31 Juli 2025 di kantor desa Baturusa.
Musdesus tersebut membahas proposal pengajuan dari BUMDes Cipta Bersama yang mengusulkan program budidaya bebek bertelur sebagai solusi ketahanan pangan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan lokal.
Dalam rapat yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Baturusa H. Junaidi, Ketua BPD Sastrawan, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pendamping desa, serta pengurus Kopdes Merah Putih Baturusa, diputuskan bahwa pemerintah desa menyetujui penyertaan modal senilai lebih dari Rp200 juta dari dana desa ke BUMDes Cipta Bersama.
Direktur BUMDes, Fahran, dalam paparannya menjelaskan secara rinci rencana usaha budidaya bebek bertelur, mulai dari proses pengadaan bibit, pembuatan kandang, sistem pakan, hingga distribusi telur nantinya. Fahran menyebutkan bahwa lokasi usaha akan menggunakan lahan milik warga yang dipinjamkan selama 5 tahun tanpa biaya sewa, dengan sistem imbal balik berupa pemberdayaan pemilik lahan sebagai tenaga kerja dalam usaha tersebut.
“Program ini bukan hanya soal produksi pangan, tapi bagaimana memberdayakan warga, menciptakan peluang kerja, dan menjadikan BUMDes sebagai motor ekonomi desa,” ujar Fahran.
Rapat akhirnya ditutup dengan kesepakatan bulat semua pihak yang hadir untuk menyetujui program ketahanan pangan bebek bertelur ini sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BUMDes.
Dengan adanya program ini, Desa Baturusa berharap mampu meningkatkan ketahanan pangan desa secara mandiri serta menciptakan model usaha berkelanjutan berbasis potensi lokal. Produksi telur dari 700 ekor bebek ini diperkirakan bisa mendukung kebutuhan gizi masyarakat desa sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi BUMDes.