BFC,SUNGAILIAT – Seakan tak pernah habisnya perusakan kawasan pantai dilakukan para penambang illegal.
Dan anehnya, meski sudah terang benderang melakukan aktivitas tambang illegal, para penambang dan bos tambang tidak ditangkap atau puan diproses.
Seperti yang terjadi di Pantai Jelitik saat ini yang kembali menjadi sorotan masyarakat Sungailiat Kabupaten Bangka dan sekitar.
Pantauan tim media ini terliihat puluhan unit TI ilegal jenis sebu dan ponton laut terlihat bebas beroperasi di perairan dekat tambak udang. Aktivitas berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Bahkan menurut warga sekitar, deru mesin TI masih terdengar hingga malam hari.
“Jika cuaca bagus, mereka masih nambang sampai malam pak. Suara mesin TI terdengar jelas,” kata Po, warga yang ditemui Tim Media ini, Kamis (14/8/2025).
Sebulan lalu, lokasi ini sempat menelan korban jiwa akibat kecelakaan tambang. Tragisnya, meski nyawa melayang, penambangan tetap berjalan dan tampa adanya penertiban, seakan kematian hal biasa.
Penambangan ilegal di Pantai Jelitik ini bukanlah peristiwa insidental, melainkan fenomena yang terus berulang dari 2024 – 2025.
Tambang ilegal di kawasan ini terus berjalan, disertai kabar adanya dugaan perlindungan dari oknum aparat. Sempat dirazia, namun beberapa hari kemudian aktivitas kembali normal.
Masyarakat setempat semakin yakin bahwa lancarnya operasi tambang ilegal di Jelitik tak lepas dari peran oknum aparat. Dugaan ini diperkuat oleh minimnya tindakan tegas meskipun aktivitas tambang berada di lokasi yang strategis dan mudah dipantau.
“Tidak mungkin aktivitas sebesar ini lolos dari pengawasan. Kalau masih jalan terus, artinya ada yang melindungi,” ungkap Tom, seorang tokoh masyarakat Bangka.
Tim media mencoba menghubungi Kapolres Bangka dan Danpos AL Jelitik melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk meminta tanggapan resmi terkait pembiaran aktivitas tambang di Pantai Jelitik. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban.
Sikap bungkam ini hanya menambah kecurigaan publik bahwa ada “tangan-tangan tak terlihat” yang memastikan penambangan tetap berjalan.
Tertibkan dan Usut Oknum
Masyarakat Bangka mendesak Kapolres Bangka dan Danlanal Bangka Belitung untuk:
1. Segera menutup seluruh tambang ilegal di Pantai Jelitik.
2. Mengusut dan memproses oknum aparat yang terlibat, baik sebagai pelindung maupun penerima keuntungan.
3. Menjamin tidak ada lagi korban jiwa akibat penambangan ilegal di wilayah pesisir.
“Kalau dibiarkan, ini akan menjadi contoh buruk. Hukum di mata rakyat akan terlihat tajam ke bawah, tumpul ke atas,” kata warga lainnya.
Fenomena tambang ilegal Pantai Jelitik kini menjadi ujian besar integritas aparat penegak hukum di Bangka Belitung. Publik menanti bukti bahwa hukum tidak tunduk pada uang, dan nyawa manusia tidak kalah penting dibanding setumpuk bijih timah. (Ded).