BFC, PANGKAL PINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi membuka Job Fair ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota didampingi Forkopimda, Sekda, dan pejabat lainnya. Job Fair Tahun 2025 di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Rabu (23/7/3025).
Pembukaan dilakukan Penjabat (Pj) Wali Kota M. Unu Ibnudin, yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjamin ketersediaan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Unu berharap, momentum Job Fair ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Tugas kami menyediakan peluang kerja, tugas masyarakat untuk memanfaatkannya. Jangan sampai satu keluarga pun tidak punya anggota yang bekerja,” harapnya
“Insya Allah kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Pangkalpinang. Ini bukan satu-satunya kegiatan, tetapi awal dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk menekan angka pengangguran,” ujar Unu Ibnudin.
Job Fair 2025 diikuti oleh 17 perusahaan yang menyediakan 901 lowongan untuk 57 jabatan, termasuk lima posisi khusus bagi penyandang disabilitas. Wali kota memberikan apresiasi khusus atas upaya membuka kesempatan kerja bagi disabilitas dan memastikan semua lapisan masyarakat mendapat perhatian yang sama.
Menurutnya, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai lebih dari 500 kasus dalam dua tahun terakhir menjadi alasan utama pemerintah mempercepat penyediaan lapangan pekerjaan. Ia bahkan meminta agar Dinas Tenaga Kerja bekerja sama dengan Dinas Sosial, RT/RW, dan lurah untuk mendata keluarga yang belum memiliki anggota yang bekerja, agar mereka diprioritaskan.
Selain membuka lowongan di sektor formal seperti rumah sakit, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah, Job Fair juga menghadirkan layanan konsultasi, bimbingan, serta talkshow terkait peluang kerja legal di luar negeri.
“Generasi pencari kerja harus dipersiapkan secara kompeten, memenuhi administrasi, dan memilih jalur kerja yang legal agar terlindungi hak-haknya,” ungkap Unu.
Ia juga meminta kegiatan serupa tidak berhenti sampai di sini. Menurutnya, kerja sama dengan perusahaan dan lembaga pendidikan untuk melengkapi sertifikasi kompetensi tenaga kerja harus terus diperluas.
“Jangan hanya seremonial lalu hilang. Ini kewajiban pemerintah untuk terus berlanjut,” tegasnya.
Amrah, pameran bursa kerja tersebut diikuti oleh 17 perusahaan di antaranya, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), PT. Sumber Jadi Group (dealer resmi Yamaha), PNM Babel, Papa Group Indonesia, BTPN Syariah, PT. Karunia Adi Sentosa (KAS), PT. Mitra Lintas Multimedia (Faznet), PT. Annur Jaya, RSU Mitra Medika, PT. Pangkalpinang Distribusindo, PT. Bangka Jaya Line, Klinik Salam Sarma, PT. Andromeda Graha, PT. Sakinah Pyramida, PT. Citra Karya Sejati, PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) dan PT. Andalan Mitra Prestasi.
“Ada juga stand Disnaker Kota Pangkalpinang, Disnaker Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, yang melayani pembuatan Kartu Ak-1, job konseling, konsultasi pekerja Migran Indonesia dan layanan hubungan industrial,” jelas Amrah.
Selain itu, lanjut dia, dalam job fair tahun ini pihaknya mencatat sebuah langkah inklusif, yaitu dengan menyediakan lima formasi khusus bagi penyandang disabilitas.
“Kami (Disnaker Kota Pangkalpinang) juga telah berupaya menjalin kerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan lembaga terkait lainnya untuk mendukung kelompok difabel agar memperoleh pekerjaan yang layak,” tukasnya.(red).