BFC,BANGKA TENGAH — Dentuman suara membuat masyarakat Desa Mesu Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah berhamburan keluar rumah.
Suara yang terdengar begitu dasyat tersebut ternyata berasal dari sebuah bukit yang tidak jauh dari pemukiman warga Desa Mesu.
“Masya Allah, suaranya membuat kami ketakutan. Suaranya besar menggelegar,” ujar Sar, warga Mesu pada Kamis (31/7/2025).
Informasi yang dihimpun media ini, peristiwa bom meledak tersebut terjadi saat warga Mesu dan sekitar sedang beraktivitas.
Diakui Sar dan sejumlah warga Mesu bahwa suara ledakan di bukit tidak jauh dari pemukiman mereka tersebut membuat mereka ketakutan.
“Ada bom meledak. Warga berhamburan keluar,” ucap Sar.
Informasi yang didapat media di lapangan menyebutkan bahwa seorang perwakilan PT TBN menjelaskan bahwa mereka menggunakan 1 ton bahan peledak dengan kedalaman 18 meter.
Pihak perusahaan juga menggunakan detonator dengan tiga delay dan dinamit digunakan sebanyak tiga batang.
Menurut pihak perusahaan, getaran kuat ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh kedalaman peledakan yang mencapai 18 meter.
“Biasanya 9 meter, ada juga 6 meter. Kalau 6 meter, 9 meter, tidak terlalu ada getaran,” ujar perwakilan perusahaan kepada beberapa warga.
Akibat dari peledakan bukit yang menggetarkan masyarakat Desa Mesu tersebut telah menyebabkan banyak rumah warga yang rusak.
Sejumlah rumah warga terlihat retak memanjang dari atas hingga ke lantai. Beberapa rumah juga mengalami pecah kaca jendela.
Peristiwa yang mengejutkan ini mengundang perhatian masyarakat Bangka Belitung, salah satunya dari Ormas Barisan Muda Patriot Bangka Belitung.
Sebenarnya warga Air Mesu Timur sudah lama resah akibat aktivitas pertambangan tersebut. Warga juga sudah beberapa kali menyampaikan keluhannya kepada Pemerintah Daerah Maupun Aparat Penegak Hukum, tapi belum ada respon positif,” ujar Yudi Ernawan, salah satu pemuda Desa Air Mesu Timur, yang juga merupakan Ketua Ormas Barisan Muda Patriot Bangka Belitung Kecamatan Pangkalan Baru kepada media.
Diketahui bahwa aktivitas pertambangan Batu Gunung di Bukit Nunggal Desa Air Mesu Timur, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah tersebut dilakukan oleh PT Tanjung Bukit Nunggal (TBN).
Perusahaan ini memiliki izin hingga 27 Juli 2028 mendatang, dengan konsesi mencakup area seluas 46,77 Hektar.
“Akibat aktivitas pertambangan material batu gunung di Bukit Nunggal dengan cara menggunakan pengeboman itu, telah membuat rumah warga kami banyak yang retak-retak. Ini efek dari getaran bom tersebut. Belum lagi debu yang membuat masyarakat terganggu,” tukas Yudi.
Dengan adanya peristiwa ini, sebagai perwakilan warga Desa Mesu, Yudi meminta pihak PT TBN mengganti semua kerusakan yang terjadi akibat ledakan pada Kamis (31/7/2025).
Selain itu, pihak PT TBN juga diminta meminimalisir suara redakan dan juga debu yang mengganggu aktivitas masyarakat Desa Mesu dan sekitar.
“Kami akan sampaikan secara tertulis kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk mengkaji ulang perizinan dan sistem operasional prosedur penambangan batu di Bukit Nunggal,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak Desa Mesu dan PT TBN masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait pasca peledakan batu di Bukit Nunggal. (red).