BFC, BATURUSA — Dalam semangat membangun ekonomi kerakyatan, Anggota DPR RI Komisi XIII Melati Erzaldi Rosman Johan, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ibu Trisna Reza (Icha), pelaku UMKM sekaligus Anggota Kelompok Gema Wira di Komplek Pelaben, Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Selasa (5/8/2025).
Kunjungan tersebut bukan sekadar temu kangen, tetapi menjadi wadah dialog hangat antara legislator perempuan asal Bangka Belitung dengan para perajin lokal yang bergabung dalam Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gema Wira).
“Saya ngobrol dengan teman-teman pengrajin. Aspirasi yang paling sering muncul adalah soal kesulitan bahan baku tudung saji dan pemasaran produk. Ini jadi alarm bagi kita semua, Jangan sampai bahan alam yang biasa kita manfaatkan justru punah,” ujar Melati .
Melati juga menyampaikan kekagumannya atas semangat para perajin yang terus berinovasi dan berproduksi di tengah keterbatasan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah dan nasional. Maka, pelaku UMKM harus terus meningkatkan kapasitas, ikut pelatihan, dan menjaga orisinalitas produk lokal seperti tudung saji khas Bangka Belitung,” tambahnya.
Kerajinan tudung saji yang diproduksi Gema Wira dikenal memiliki ciri khas lokal yang kuat—dari bentuk, warna, hingga fungsinya yang tidak hanya sebagai alat rumah tangga tetapi juga dekorasi. Ukurannya pun bervariasi, dari tudung saji besar untuk dulang acara nganggung khas Bangka, hingga versi mini untuk hiasan dinding.
Ibu Icha menyambut baik kedatangan Melati dan berharap kunjungan ini menjadi jembatan bagi perluasan promosi dan pemasaran kerajinan mereka.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Ibu Melati yang sudah mau melihat langsung hasil karya kami. Kami berharap beliau dapat membantu memperkenalkan produk tudung saji khas Bangka ke luar daerah, bahkan ke pasar nasional,” ucap Icha.
Kunjungan ini menjadi simbol kolaborasi antara wakil rakyat dan pelaku UMKM, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya lokal dalam bentuk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi.
Kerajinan tudung saji tradisional merupakan bentuk kearifan lokal yang tidak hanya memiliki fungsi praktis, namun juga nilai seni dan budaya. Melibatkan generasi muda dan pelaku UMKM dalam pelestarian produk seperti ini dapat menciptakan green economy berbasis budaya dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (Ded).