BFC, PANGKALPINANG — Nama Adelia Saragih kembali mencuat di ruang publik Bangka Belitung. Bukan hanya karena perkara hukumnya yang menyeret Wakil Gubernur Hellyana ke kepolisian, tetapi juga karena dugaan keterkaitan dirinya dengan sejumlah proyek pengadaan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Bangka Belitung.
Informasi yang dihimpun Kompas dari sejumlah sumber menyebutkan, Adelia diduga sempat terlibat adu emosi dengan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dalam proyek pengadaan di RSUP Babel. Sumber yang mengetahui peristiwa tersebut menyatakan, kemarahan itu diduga berkaitan dengan urusan proyek.
“Pernah dia marah-marah ke orang RSUP. Katanya ke PPTK proyek pengadaan,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber yang sama juga menyebut adanya dugaan aliran fee proyek dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Namun hingga kini, klaim tersebut belum disertai dokumen resmi atau keterangan tertulis yang dapat diverifikasi secara independen.
Bantahan dari Adelia
Dikonfirmasi secara terpisah, Adelia membantah seluruh tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak pernah terlibat dalam proyek apa pun di RSUP Babel.
“Ada-ada saja informasinya. Saya juga tidak paham dari mana bisa muncul nama saya,” ujar Adelia melalui pesan WhatsApp, Senin (3/6/2026).
Terkait isu kemarahan terhadap PPTK proyek, Adelia kembali menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan pengadaan di RSUP Babel, termasuk proyek alat kesehatan.
“Marah soal apa? Ventilator? Dari saya tidak ada proyek ventilator,” katanya.
Relasi Kekuasaan dan Latar Belakang Konflik.
Nama Adelia selama ini dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan di Bangka Belitung. Ia disebut-sebut dekat dengan Gubernur Hidayat Arsani dan sebelumnya juga memiliki hubungan personal yang cukup dekat dengan Wakil Gubernur Hellyana saat masih menjabat anggota DPRD Babel.
Namun hubungan tersebut memburuk sejak Adelia melaporkan Hellyana ke Polda Bangka Belitung pada Juli 2025 lalu, terkait dugaan penipuan tagihan sewa hotel. Kasus itu kini masih menjadi sorotan publik dan menyeret nama kedua belah pihak dalam pusaran polemik politik dan hukum daerah.
Masih Perlu Penelusuran Lanjutan
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUP Babel belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan pihak eksternal dalam proyek pengadaan maupun insiden adu emosi yang disebutkan sumber. Aparat penegak hukum juga belum mengonfirmasi apakah ada laporan atau penyelidikan terkait dugaan aliran fee proyek tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola proyek dan relasi kekuasaan di daerah, yang kerap bergerak di wilayah abu-abu antara pengaruh personal, politik, dan administrasi publik. Penelusuran lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah dugaan tersebut memiliki dasar hukum, atau sekadar menjadi bagian dari konflik kepentingan yang belum terurai. (red).







