BFC,PANGKAL PINANG – Nama Adelia Saragih mendadak mencuat ke ruang publik. Sosok yang kerap disebut sebagai orang dekat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, itu kini diseret dalam pusaran dugaan aliran fee proyek di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Babel.
Isu tersebut mengemuka setelah sebuah pemberitaan di media lokal dimuat dalam berita yang diposting babelterkini.com di akun media sosial Facebook l menyebut dugaan penerimaan fee proyek hingga Rp500 juta. Informasi itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memantik reaksi keras warganet.
Kolom komentar dipenuhi tuntutan agar aparat penegak hukum mengusut dugaan praktik rente proyek yang diduga melibatkan Adelia.
Sejumlah akun secara terbuka meminta polisi dan kejaksaan tidak berhenti pada permukaan. Mereka mendesak agar aliran dana proyek RSUP Babel dibuka secara menyeluruh, termasuk menelusuri siapa saja pihak yang menikmati keuntungan di balik proyek layanan publik tersebut. “Itu uang rakyat,” tulis salah satu warganet, seraya meminta pengusutan dilakukan hingga ke akar.
Nada serupa datang dari komentar lain yang menyinggung “tuannya”, sebuah istilah yang oleh sebagian pembaca ditafsirkan sebagai isyarat adanya aktor lebih besar di balik dugaan aliran fee. Komentar-komentar itu menunjukkan kecurigaan publik terhadap pola lama pengelolaan proyek pemerintah daerah yang sarat relasi kuasa.
Sorotan terhadap Adelia Saragih juga tidak berdiri sendiri. Ia sebelumnya menjadi perhatian setelah melaporkan Wakil Gubernur Babel, Hellyana, ke Polda Babel dalam kasus dugaan penipuan biaya sewa hotel. Laporan tersebut berujung pada status hukum Wagub sebagai terdakwa—sebuah langkah yang memicu kontroversi dan membelah opini publik.
Kini, posisi Adelia berbalik menjadi sasaran kritik. Sebagian warganet mengaitkan laporan hukum tersebut dengan konflik kepentingan dan dinamika proyek-proyek pemerintah daerah. Ungkapan “hukum sebab-akibat” hingga “tabur tuai” ramai muncul, mencerminkan persepsi publik bahwa perkara hukum dan proyek tidak berdiri dalam ruang hampa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Adelia sempat meluapkan kemarahan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) salah satu proyek di RSUP Babel. Peristiwa ini, meski belum terkonfirmasi secara resmi, menambah tanda tanya tentang sejauh mana peran dan pengaruhnya dalam proyek-proyek rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Adelia Saragih maupun pihak RSUP Babel terkait tudingan aliran fee proyek. Aparat penegak hukum juga belum menyampaikan sikap terbuka soal ada tidaknya penyelidikan awal.
Namun satu hal jelas: tekanan publik terus menguat. Di tengah sensitifnya sektor kesehatan dan besarnya anggaran yang digelontorkan, dugaan praktik rente proyek bukan sekadar isu personal. Ia menyentuh soal tata kelola, transparansi, dan integritas penggunaan uang rakyat—pertanyaan yang kini menunggu jawaban negara. (red).







