BFC, PANGKAL PINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG bersubsidi bagi masyarakat. Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar bersama Komisi II melakukan kunjungan kerja ke PT Sinar Indo Dincotama (PT SID), Jumat (20/2).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terkait potensi kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Bangka Belitung. Dalam peninjauan itu, rombongan DPRD melihat langsung kondisi fasilitas penyimpanan dan proses distribusi di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).
Eddy mengungkapkan, kapasitas penyimpanan LPG di lokasi tersebut saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 3 hingga 4 hari. Kondisi ini dinilai cukup rentan apabila terjadi hambatan distribusi, terutama keterlambatan kapal pengangkut yang masuk ke daerah.
“Persoalan utama yang kami temukan adalah keterbatasan kapasitas penyimpanan. Jika ada kendala kapal masuk, maka penyaluran ke masyarakat bisa terganggu. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD Babel menerima laporan adanya langkah antisipatif dari PT Pertamina (Persero) dengan menyiapkan kapal tanker yang siaga di sekitar Pelabuhan Pangkal balam. Sistem floating tersebut memungkinkan pengisian dilakukan segera ketika tangki penyimpanan mulai kosong, sehingga distribusi tidak mengalami jeda.
Dengan kapasitas penampungan LPG di PT SID yang mencapai sekitar 300 metrik ton, keberadaan kapal standby diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi di Bangka Belitung.
DPRD Babel menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG, terutama yang bersubsidi. Pengawasan ini akan terus kami lakukan,” tegas Eddy.(red).








