BFC, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai merumuskan arah pembangunan untuk beberapa tahun ke depan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Forum perencanaan tersebut digelar di ruang pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkalpinang dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, para kepala perangkat daerah, serta camat dari seluruh kecamatan di kota tersebut.Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, memaparkan sejumlah indikator pembangunan daerah yang menurutnya menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu indikator yang disoroti adalah pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebutkan, pada 2025 ekonomi Kota Pangkalpinang tumbuh sebesar 4,54 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibanding periode sebelumnya yang sempat mengalami tekanan akibat dinamika ekonomi.
Menurutnya, tren tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi di kota tersebut mulai bergerak ke arah yang lebih baik.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah kota juga mencatat peningkatan pada indikator kualitas hidup masyarakat. Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pangkalpinang pada 2025 mencapai 81,64, yang disebut sebagai capaian tertinggi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia menilai capaian tersebut menggambarkan adanya peningkatan pada berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga daya beli masyarakat.
Dalam forum itu, wali kota yang akrab disapa Prof Udin juga menekankan bahwa Musrenbang merupakan forum penting untuk menyusun prioritas pembangunan sekaligus menampung berbagai aspirasi masyarakat.
Menurutnya, banyak program pembangunan daerah berawal dari usulan masyarakat yang disampaikan melalui proses perencanaan tersebut.
Ia mengingatkan masyarakat agar aktif menyampaikan usulan pembangunan melalui jalur resmi, baik melalui tingkat kelurahan maupun kecamatan. Hal itu dinilai penting agar program yang direncanakan benar-benar mencerminkan kebutuhan di lapangan.
Selain menampung aspirasi masyarakat, pemerintah kota juga menyesuaikan perencanaan pembangunan dengan kebijakan nasional. Sejumlah program strategis nasional disebut memiliki keterkaitan dengan arah pembangunan daerah.
Beberapa di antaranya mencakup pengembangan kawasan pelabuhan di Pelabuhan Pangkalbalam, pembangunan koridor kawasan industri, hingga peningkatan sistem penyediaan air minum.
Pemerintah kota juga menaruh perhatian pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor usaha kecil dan menengah berbasis potensi lokal.
Menurut wali kota, beberapa kawasan memiliki potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan, seperti industri olahan nanas maupun produk perikanan yang telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Di sisi lain, Pemkot Pangkalpinang juga mendorong peningkatan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan sistem layanan digital yang terintegrasi dalam konsep kota pintar atau smart city.
Forum Musrenbang ini nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pembangunan yang akan dijalankan pemerintah kota pada tahun 2027.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan mudah diakses.(red).








