BFC, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof Udin, bertindak sebagai pembina apel upacara gabungan Pemerintah Kota Pangkalpinang yang digelar di Halaman Kantor Wali Kota, Senin (6/4/2026) pagi.
Dalam keterangannya, Wali Kota menekankan pentingnya menjadikan momentum pasca-Ramadan dan Idulfitri sebagai penguatan nilai ketakwaan yang berdampak pada peningkatan kinerja.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu dihadiri Sekretaris Daerah, seluruh pejabat eselon II, para kepala bagian Setdako, camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
“Setelah Ramadan dan Idulfitri, kita berharap menjadi insan yang bertakwa. Itu harus tercermin dari cara kita bekerja, yang lebih baik, lebih semangat, dan lebih bertanggung jawab,” Tegas Prof Udin.
Ia menegaskan, ASN dituntut untuk lebih dinamis, terus belajar, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kita harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan secara optimal,” katanya.
Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan kebijakan terkait sistem kerja aparatur berdasarkan surat edaran kementerian mengenai penerapan Work From Home (WFH).
Menurutnya, WFH diberlakukan setiap hari Jumat dengan sistem bergiliran.
“Sebanyak 50 persen ASN bekerja dari rumah dan 50 persen tetap di kantor, terutama untuk pelayanan publik seperti rumah sakit, Dukcapil, pendidikan, dan PTSP yang harus tetap berjalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pejabat eselon II dan eselon III tetap diwajibkan masuk kerja dan tidak mengikuti skema WFH.
Untuk eselon II dan III tetap masuk kerja seperti biasa. Tidak ada WFH bagi mereka,” tegasnya.
Sementara itu, tenaga fungsional dan administrasi lainnya akan diatur secara bergiliran sesuai kebutuhan pelayanan.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong di lingkungan ASN dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Kota Pangkalpinang
Gotong royong dilaksanakan dua kali seminggu, hari Selasa untuk internal kantor dan hari Jumat bersama masyarakat. ASN harus menjadi motor penggerak bersama lurah, RT, RW, dan masyarakat,” ujarnya (red).








