BFC, PANGKALPINANG, – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Orientasi dan Pelatihan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Usai membuka acara, Prof. Saparudin—menekankan bahwa penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan harga mati bagi tenaga pendidik. Ia menilai guru adalah figur sentral yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi model perilaku bagi siswa. Senin (14/4/2026).
“Kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa. Kita berharap para guru dan tenaga kependidikan serius mengikuti pelatihan ini. Jangan main-main, karena ini akan memberikan dampak besar bagi anak didik kita,” Ungkap Wali Kota
Lebih lanjut, Prof. Udin menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi bahasa bagi guru secara linier akan mendongkrak kualitas belajar-mengajar di kelas.
Menurutnya, materi pelajaran akan tersampaikan dengan jauh lebih efektif jika guru memiliki kemahiran komunikasi yang mumpuni.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa bahasa Indonesia kini telah menjadi perhatian internasional dan dipelajari di berbagai lembaga pendidikan luar negeri.
Oleh karena itu, ia meminta para pendidik untuk memiliki rasa bangga sekaligus kemauan kuat untuk mendalami kemahiran berbahasa.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., memberikan apresiasi balik atas dukungan penuh Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Ia menyebut kehadiran Wali Kota sebagai bukti nyata komitmen daerah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Hafidz mengatakan, secara nasional tingkat kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan guru masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data kementerian, saat ini baru sekitar 64,9% guru yang memiliki kemahiran berbahasa Indonesia sesuai standar.
“Artinya, masih ada tantangan besar bagi kita untuk meningkatkan kemahiran tersebut. Guru adalah teladan, mereka adalah contoh bagi murid dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” kata Hafidz.
Sebagai langkah konkret pasca-pelatihan, Hafidz mengharapkan para guru mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Ia menjelaskan bahwa UKBI merupakan instrumen penting untuk mengukur sejauh mana penguasaan bahasa seseorang secara terukur.
Hafidz menambahkan bahwa jika guru dan siswa aktif berpartisipasi dalam UKBI, hal tersebut akan menjadi indikator kuat keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun indeks pembangunan di bidang kebahasaan dan literasi di Kota Pangkalpinang.
Ia pun menitipkan harapan kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang agar nantinya muncul kebijakan yang mendorong seluruh siswa, khususnya di tingkat SMP dan SMA, untuk mengikuti UKBI.(red).








