BFC, PANGKALPINANG – Keberadaan ratusan ponton tambang timah ilegal di Perairan Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, saat ini menjadi berita trending topic di dunia jagat maya.
Dalam postingan berita dengan judul “Pantai Pasir Padi Dihajar Tambang Timah Ilegal” yang diunggah akun Babelterkini.com di platform media sosial Facebook, para warganet beramai-ramai memberikan beragam komentar pedas terkait aktivitas penambangan ilegal di kawasan tersebut.
Berikut sebagian kutipan komentar dari warganet di akun Babelterkini.com ;
* Akun Yopi Arisandy menulis “Apakah ada aparat penegak hukum yg kuat di balik mereka, sehingga seakan kebal oleh hukum… Prabowo Subianto Hidayat Arsani Gibran Rakabuming @sorotan @pengikut #lautbabeltidakbaikbaiksaja”
* Akun Ngulik Kayu Garage berkomentar “Duit suap e tebel….pantes aparat diem”
* Akun Shmat Sakban ikut berkomentar.”Yg be TI utek kayak tai walau pun kek nyarik duit la tahu tempet wisata”
* Akun Agus Adibuana berkomentar “Pejabat dan APH NYA,,,, BUTA MATA BUTA HATI”
* Akun Iskandar Thin Elang berkomentar “Kate a ibu kota provinsi zero tambang cemane kisah a ni ,pantai siko2 yang ade di pangkalpinang malah di rusak.kela alur laut a dangkal la alasan pulik nek ngruk a ,ujung a duit pulik kek ngruk a”
” Akun Dolan Geger berkomentar “Yg ade ge ponton punya pak wali la tu, la sah2 di adep pasir padi, malah bilang dimedia bukan wilayah pangkalpinang, tp wilayah sampur/batu belubang, sementara pangkalpinang ni dak d yg nama nya IUP pertambangan dr pt timah, pt timah tu cuma ade WIUP bai di pkp ni”
Berdasarkan sebagian kutipan komentar pedas dari para warganet tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa aktivitas penambangan ilegal di kawasan terlarang tersebut diduga kuat telah teroganisir dan terkoordinasi secara masif.
Mirisnya, Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin yang seharusnya ikut bertanggungjawab dalam mengatasi permasalahan ini malah memilih bungkam saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini. (red)







