BFC, BANGKATENGAH — Lapangan sepak bola yang mulai rusak hingga persoalan bantuan pertanian yang dinilai belum tepat sasaran menjadi suara utama masyarakat Desa Teru dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sardi, Jumat (15/5/2026).
Di tengah suasana sederhana namun penuh antusiasme, warga memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka rasakan langsung di desa.
Bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga kebutuhan sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung hangat itu turut dihadiri Kepala Desa Teru, Solihin, bersama tokoh masyarakat dan warga dari berbagai kalangan.
Salah satu aspirasi yang paling mencuat datang dari sektor olahraga. Tokoh masyarakat Desa Teru, Aceng, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap sepak bola di desa tersebut sangat tinggi. Namun semangat itu, kata dia, belum diimbangi dengan fasilitas yang memadai.
Menurut Aceng, kondisi lapangan sepak bola saat ini sudah jauh dari layak untuk digunakan.
Selain lapangan yang rusak, berbagai perlengkapan penunjang seperti tiang gawang, bola, hingga seragam tim juga banyak yang tidak layak pakai.
“Antusias masyarakat bermain sepak bola sangat tinggi, mulai dari kalangan muda hingga orang tua. Namun fasilitas yang ada saat ini sangat minim dan sudah banyak yang rusak,” ungkap Aceng di hadapan peserta reses.
Bagi masyarakat Desa Teru, sepak bola bukan sekadar hiburan. Olahraga tersebut telah menjadi ruang kebersamaan warga lintas usia sekaligus wadah aktivitas positif bagi generasi muda di desa.
Selain sektor olahraga, warga juga menyoroti persoalan bantuan pertanian yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
Aspirasi tersebut disampaikan Roni, warga setempat, yang berharap distribusi bantuan pemerintah lebih berpihak kepada masyarakat yang benar-benar berprofesi sebagai petani.
Ia menilai masih ada bantuan pertanian yang tidak diterima oleh petani aktif, sementara masyarakat yang tidak bergerak di sektor pertanian justru mendapat bantuan tersebut.
“Bantuan pertanian seharusnya diberikan kepada masyarakat yang memang bekerja di sektor pertanian supaya manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” ujarnya.
Menanggapi berbagai masukan masyarakat, Sardi menegaskan bahwa reses menjadi ruang penting untuk mendengar langsung kebutuhan warga yang sering kali tidak terlihat dalam laporan administratif.
Ia menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Desa Teru, khususnya terkait pengembangan fasilitas olahraga dan perhatian terhadap aktivitas kepemudaan di desa.
“Saya akan mengupayakan dan mendorong pemenuhan fasilitas olahraga yang masih kurang di Desa Teru ini. Kita ingin mendukung kemajuan sepak bola yang memang sangat diminati masyarakat, baik kalangan muda maupun orang tua,” ujar Sardi.
Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas olahraga tidak boleh dianggap persoalan kecil. Di desa, lapangan sepak bola sering menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat sekaligus tempat membangun kebersamaan dan menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
Di sisi lain, Sardi juga menilai persoalan bantuan pertanian harus menjadi perhatian pemerintah agar program yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi petani.
Ia berharap kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda formal tahunan, tetapi benar-benar menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan desa.
Reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung. Tugas kami adalah membawa dan memperjuangkan aspirasi itu agar bisa diwujudkan melalui pembangunan daerah,” katanya.
Dari lapangan bola yang rusak hingga bantuan petani yang dinanti, semuanya menjadi bagian dari harapan masyarakat agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga desa.red.
Bagi warga Desa Teru, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat memberi harapan bahwa persoalan-persoalan kecil yang selama ini dirasakan di desa tidak lagi dipandang sebelah mata.(red).








