BFC, PANGKALPINANG-Dugaan keterlibatan anak pejabat di Provinsi Bangka Belitung dalam pengiriman ribuan ton Tin Slag ke negara Laos makin mencuat.
Direktur Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Babel, Kombes Pol. Nanang Haryono.dengan tegas sudah menugaskan anggota Krimsus untuk melakukan penyelidikan ke lokasi.
” Siapa mas anak pejabat itu ? Gak ada urusan, saya sikat dia. Ini saya sudah menyiuruh AKBP Iqbal untuk ke lokasi melakukan penyelidikan, ” kata Kombes Pol Nanang menghubungi redaksi, Jumat (10/7/2026).
Informasi dihimpun media ini dari sumber terpercaya, anak laki laki pejabat tersebut diketahui sempat mendatangkan imvestor warga negara asing (WNA).
” Saya gak mengerti bahasanya karena kayak bahasa Mandarin, Cantonise atau dari negara asia. Intinya pembahasan soal ekspor Tin Slag,” kata sumber terpercaya media ini, Kamis (9/7/2026).
Apalagi kata sumber, rencana pengiriman Tin Slag ini sinkron dengan menggandeng BUMD pimpinan Eka Mulya yang baru ditunjuk sebagai Direktur.
” Disana ada Direktur BUMD Eka Mulya dan digaan keterlibatan anak pejabat yang membawa investor asing. Benang merahnya sudah dapat tinggal Krimsus Polda Babel mau gak melakukan penyelidikan meskipun berbenturan dengan anak pejabat,” ungkap sumber.
Seperti diketahui Smelter PT Bangka Tin Industri (BTI) dikabarkan akan melakukan ekspor besar-besaran ribuan ton tin slag ke negara Laos.
Terpantau media ini sejak beberapa hari sejumlah dump truck bermuatan tin slag dari Smelter BTI menuju ke gudang milik Akin biru yang disewakan oleh PT BBBS BUMD di samping pintu gerbang Pantai Pasir Padi.
” Kalau 2 hari lalu ramai bang dump truck keluar masuk bawa Tin Slag. Tapi sejak viral diberitakan hari ini sepi tidak ada aktifitas. Sedangkan gudang itu milik Akin Biru.Lwut, ” kata warga sekitar di Pasir Padi,” Kamis (9/7/2026).
Diketahui Smelter PT BTI tersandung korupsi di Kejagung dalam tata kelola pertimahan dengan sejumlah smelter lain di tahun 2015-2022.
” Menurut info ada dugaan jual beli Tin Slag yang akan dikirim ke negara Laos. Disana ada keterlibatan anak pejabat tinggi di pemerintahan Babel yang ikut andil dalam bisnis gelap mendatangkan investor luar negeri. Kita sama tahu bapaknya yang berkuasa jadi aktifitas ilegal tersebut seperti didiamkan saja oleh aparat penegak hukum (APH),” kata sumber tertutup kedua,.
Sementara itu, Mario, salah satu pengurus Smelter BTI dikonfirmasi belum menjawab.
Hingga berita ini ditayangkan, sesuai Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) wartawan Indonesia harus bersikap independen, membuat berita sekarat akurat, berimbang masih dalam upayak konfirmasi pihak-pihak terkait seperti Eka Mulya, pihak Smelter BTI dan juga anak pejabat Babel. (red).








