BFC, PANGKAL PINANG — Upaya yang dilakukan oleh Satuan lapangan (Satlap) Tricakti bersama Polda Babel dalam menekan praktik penyelundupan pasir timah dan balok timah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus diperkuat, melalui berbagai langkah pengawasan dan penegakan hukum.
Dalam beberapa waktu terakhir, kolaborasi ini menjadi salah satu upaya yang dinilai mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan mineral strategis tersebut.
Berbagai pengungkapan kasus yang terjadi di Bangka maupun Belitung, menunjukkan pola penyelundupan yang semakin beragam. Mulai dari penyamaran muatan di dalam truk, penggunaan gudang transit sebelum pengiriman, hingga dugaan pengiriman melalui jalur laut menuju luar Pulau Bangka Belitung bahkan ke luar negeri.
Pola pengawasan yang dilakukan kedua institusi dinilai saling melengkapi. Satlap Tricakti yang mempunyai tugas atas perintah Presiden Prabowo kepada Panglima TNI untuk melaksanakan pengawasan dan penertiban tata kelola bijih timah dan balok serta mineral lainnya di wilayah Babel dan sekitarnya serta mendampingi PT. Timah untuk meningkatkan hasil Produktifitas PT. Timah bergerak pada fungsi deteksi dini, pengawasan lapangan, dan pencegahan, sedangkan Polda Babel dan Kejaksaan menjalankan proses penyelidikan, penyidikan, hingga penegakan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.
Penguatan koordinasi antar instansi dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga tata niaga timah agar berjalan sesuai ketentuan, sekaligus melindungi penerimaan negara dan mendorong terciptanya iklim usaha pertambangan yang lebih tertib dan transparan.
Ke depan, kolaborasi antara Satlap Tricakti, Polda dan Kejaksaan Bangka Belitung, serta instansi terkait lainnya diharapkan terus diperkuat agar upaya pencegahan dan pemberantasan penyelundupan pasir maupun balok timah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (red)






