BFC, PANGKALPINANG – Aktivitas bisnis pasir timah yang dikaitkan dengan seorang pengusaha bernama Louis, disebut memiliki jaringan pembelian pasir timah di sejumlah wilayah Pulau Bangka.
Informasi yang dihimpun tim redaksi menyebutkan, Louis diduga menggelontorkan modal dalam jumlah besar melalui sejumlah orang kepercayaannya untuk membeli pasir timah dari para penambang.
Sumber yang mengetahui aktivitas tersebut menyebut, salah satu pola yang digunakan jaringan Louis adalah menawarkan harga pembelian pasir timah yang relatif tinggi dibandingkan pembeli lainnya.
“Louis sudah sebarkan modal besar ke kaki tangan melalui orang kepercayaannya. Pasir timah yang dibeli oleh jaringan tersebut disebut dihargai tinggi,” ujar AN (nama samaran), Minggu (7/8/2026).
Menurut AN, pasir timah yang dibeli melalui jaringan tersebut kemudian diduga diarahkan ke salah satu smelter timah yang berada di kawasan Ketapang, Pangkalpinang.
“Pasir timah yang dibeli dengan modal Louis itu masuk ke salah satu smelter di Ketapang. Silakan wartawan cek sendiri ke smelter tersebut,” katanya.
Dugaan tersebut, lanjut sumber, perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul pasir timah yang dibeli serta legalitas dokumen dan sumber material yang masuk ke smelter tersebut.
Tim Redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Louis terkait informasi mengenai dugaan jaringan pembelian pasir timah tersebut.
Konfirmasi disampaikan melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, konfirmasi juga tengah dilakukan kepada pihak salah satu smelter timah di kawasan Ketapang, Pangkalpinang, terkait dugaan adanya pasir timah dari jaringan tersebut yang masuk ke lokasi mereka.
Hingga berita ini ditayangkan, klarifikasi dari pihak-pihak terkait sudah dilakukan dan akan memuat hak jawab apabila terdapat tanggapan atau bantahan.(red).
Bos Timah Louis Sebar Modal Besar, Pasir Timah Ilegal Disebut Mengalir ke Smelter di Ketapang






