BFC, BELITUNG – Kasus pengungkapan dugaan penyelundupan pasir timah oleh jajaran TNI Angkatan Laut (AL) dengan barang bukti mencapai 75,7 ton kembali menjadi sorotan saat presscon.
Sorotan kali ini mengarah kepada nama Junaidi alias Juna, yang rumahnya disebut dalam informasi awal sebagai pihak yang diduga pernah menjadi lokasi pengamanan pasir timah di Kabupaten Belitung. Namun, nama Junaidi tidak muncul dalam konferensi pers TNI AL yang digelar Rabu (19/8/2026) di Pos TNI AL Pulau Mendanau, kecamatan Tanjungpandan
Padahal, informasi yang berkembang menyebutkan adanya pasir timah dalam jumlah sekitar 10 ton yang diduga diamankan dari kediaman Junaidi.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius: mengapa dugaan pengamanan pasir timah di kediaman Junaidi tidak disampaikan dalam press conference?
Lebih jauh, berkembang dugaan di tengah masyarakat bahwa Junaidi memiliki kedekatan dengan sejumlah petinggi aparat di Bangka Belitung. Kedekatan tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa Junaidi diduga mendapatkan perlindungan dari pihak-pihak tertentu.
Namun, dugaan tersebut belum terverifikasi secara independen dan belum terdapat bukti terbuka yang membuktikan adanya intervensi atau perlindungan terhadap Junaidi.
Sumber BabelTerkini.com berinisial BI mempertanyakan tidak munculnya informasi mengenai Junaidi dalam konferensi pers tersebut.
“Tidak terbukanya kasus penyelundupan timah yang melibatkan Juna, terlebih lagi Juna memiliki kedekatan dengan petinggi di Polda dan Lanal Babel,” ujar sumber BI kepada BabelTerkini.com, Jumat (21/8/2026).
Sementara itu, Junaidi alias Juna hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan terkait dugaan pengamanan pasir timah di kediamannya maupun isu mengenai kedekatannya dengan sejumlah petinggi aparat penegak hukum di Bangka Belitung.
Redaksi telah mengirimkan pesan konfirmasi melalui WhatsApp, namun belum memperoleh jawaban.
Hingga berita ini ditayangkan pihak-pihak terkiat dalam upaya konfirmasi. (red)








