Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya Serap Aspirasi Ojol, Fasilitas Halte Tempat Berteduh Jadi Harapan

oleh

BFC, PANGKALPINANG – Pengemudi ojek online (ojol) di Pangkalpinang menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi kerja mereka, mulai dari antrean bahan bakar minyak (BBM) hingga minimnya fasilitas tempat berteduh.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, dalam kegiatan Makan Bareng Rakyat (Mabar) yang digagas Banteng Muda Indonesia (BMI) Babel di Kopi Es Sudirman, Minggu (4/10/2026).

Dalam pertemuan itu, para pengemudi dari komunitas lintas ojol Pangkalpinang juga mengusulkan penyediaan lokasi parkir yang representatif serta halte atau tempat berteduh untuk menunjang aktivitas mereka saat menunggu pesanan.

Persoalan data desil turut menjadi pembahasan dalam dialog tersebut. Berbagai masukan disampaikan agar kondisi dan kebutuhan para pengemudi ojol mendapat perhatian lebih lanjut.

Salah seorang pengemudi ojol Pangkalpinang, Revi, mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan Didit. Menurutnya, pertemuan tersebut memberikan ruang bagi pengemudi untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada Mas Bayu dan Pak Didit yang aspiratif menampung curhatan kawan-kawan ojol. Ini bukan semata seremoni, tetapi ada perhatian terhadap kondisi dan kebutuhan kami,” kata Revi.

Ia berharap aspirasi mengenai penyediaan tempat berteduh bagi pengemudi ojol dapat direalisasikan pada 2027.

“Kami berharap salah satu keinginan, yaitu tempat berteduh untuk kawan-kawan ojol, bisa terealisasi pada 2027,” ujarnya.

Sementara itu, Didit Srigusjaya mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan para pengemudi ojol yang beroperasi di Pangkalpinang.

Ia menilai komunikasi langsung dengan masyarakat penting agar berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui dan menjadi bahan perhatian.

“Saya senang dan bangga bisa bersilaturahmi bersama kawan-kawan ojol. Saya ingin mendengarkan langsung apa saja yang menjadi keluh kesah kawan-kawan ojol yang beroperasi di wilayah Pangkalpinang,” kata Didit.

Menurut Didit, kegiatan Mabar tidak sekadar menjadi ajang makan bersama, tetapi juga wadah memperkuat silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat.

“Mabar ini sangat penting untuk memperkuat silaturahmi dan mendengarkan secara langsung aspirasi kawan-kawan ojol. Rajaku adalah rakyat. Semoga kawan-kawan ojol semakin kompak dan tetap menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ketua BMI Babel, Bayu Hardiyanto, mengatakan Mabar merupakan program untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus membuka ruang dialog dengan berbagai kelompok.

Menurut dia, pengemudi ojol memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sehingga aspirasi mereka perlu mendapat perhatian.

“Mabar episode pertama ini kita lakukan bersama kawan-kawan ojol dan Ketua DPRD Babel. Kawan-kawan ojol punya peran penting dalam menggerakkan perekonomian. Melalui kegiatan ini, mereka juga bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pak Ketua DPRD Babel,” kata Bayu.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.