BFC, PANGKALPINANG – Ratusan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mengikuti Wisuda Santri TPQ Angkatan XVI Tahun 2026 yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang di Bangka City Hotel, Kamis (20/5/2026).
Pemerintah Kota Pangkalpinang menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda berbasis nilai keagamaan.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Syafaruddin, mengatakan wisuda TPQ bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program strategis yang harus terus didukung.
“Kegiatan ini merupakan amal jariyah bagi kita semua. Ini adalah program pemerintah yang harus terus didukung, baik pemerintah pusat maupun daerah,” kata Syafaruddin dalam sambutannya.
Syafaruddin juga menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Pangkalpinang belum dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Ia mengapresiasi jajaran Kemenag Kota Pangkalpinang serta para ustaz dan ustazah yang dinilai konsisten membina anak-anak dalam pendidikan Al-Qur’an.
Menurutnya, program wisuda TPQ merupakan legasi dari kepemimpinan daerah sebelumnya yang perlu terus dipertahankan.
“Pemkot Pangkalpinang akan terus memberikan dukungan penuh agar kegiatan wisuda TPQ ini bisa terus berjalan setiap tahun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Syafaruddin juga menyapa para santri dan memberikan motivasi agar terus mencintai Al-Qur’an.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Pangkalpinang, H Firmantasi, meminta para orang tua terus membimbing anak-anak mereka dalam mempelajari Al-Qur’an.
Ia menyebut pendidikan Al-Qur’an menjadi investasi penting dalam membentuk generasi yang saleh dan salihah.
“Setiap tahun kita menghantarkan anak-anak kita. Mudah-mudahan doa kita dikabulkan oleh Allah SWT agar anak-anak kita menjadi generasi yang saleh dan salihah,” ujar Firmantasi.
Firmantasi juga menegaskan pentingnya kualitas bacaan Al-Qur’an para santri. Ia meminta seluruh lembaga TPQ melakukan pengujian secara ketat dan tidak hanya mengandalkan hafalan.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya sekadar menghafal. Ketika pindah halaman atau surat, mereka harus tetap bisa membaca dengan lancar,” tegasnya.
Menurut Firmantasi, Kemenag Kota Pangkalpinang akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di daerah tersebut.(red).







