Kapolresta Pangkalpinang Bongkar Dugaan BBM Subsidi ‘Hilang’ 30 Ton Sehari

oleh

BFC, PANGKALPINANG — Dugaan penyelewengan BBM bersubsidi di Pangkalpinang kian mengemuka. Bukan sekadar antrean panjang di SPBU, polisi kini menelusuri dugaan aliran BBM hingga ke tangan penjual eceran. Angkanya pun tak kecil, mencapai 30 ton per hari.

Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol. Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M., mengungkapkan dugaan tersebut dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang, PT Pertamina Patra Niaga wilayah Bangka Belitung, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang SRC, Gedung Tudung Saji, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (29/10/2026) sore.

“Sehari BBM kita hilang itu 30 ton. Bayangkan, khusus Kota Pangkalpinang, 30 ton. Ini uang negara yang harus untuk rakyat, jangan dibisniskan,” tegas Indra.

Angka 30 ton per hari itu menjadi petunjuk awal yang perlu ditelusuri lebih jauh. Jajaran kepolisian tengah mendalami alur distribusi untuk mengungkap dugaan pengalihan BBM dari jalur resmi ke penjualan eceran.

Praktik pengerit menjadi salah satu titik yang disorot. BBM yang dibeli berulang kali di SPBU diduga dijual kembali kepada konsumen melalui lapak eceran. Jika praktik ini berlangsung masif, pasokan untuk masyarakat berpotensi tersedot sebelum kebutuhan konsumen lain terpenuhi.

Di tengah antrean yang mengular di sejumlah SPBU, pola pembelian berulang tersebut menimbulkan pertanyaan serius soal pengawasan distribusi. Apalagi, operator SPBU dinilai memiliki peluang mengenali pelanggan yang kerap melakukan pembelian dengan pola tidak wajar.

“Operator SPBU yang ngecor pasti tahu pelaku-pelaku ini siapa,” ujar Indra.

Persoalan tak berhenti pada aktivitas pengerit. Pemeriksaan kendaraan dan dokumen yang dilakukan petugas juga menemukan dugaan penggunaan pelat nomor yang sama pada kendaraan berbeda.

Temuan tersebut membuka celah penelusuran yang lebih luas. Pemeriksaan administrasi saja dinilai belum cukup untuk mengurai persoalan apabila pola transaksi, frekuensi pembelian, dan jalur penjualan kembali belum ditelusuri secara menyeluruh.

Indra pun menyoroti BBM yang diduga dialihkan ke penjual eceran. Polisi akan menelusuri jalur pasokannya, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak SPBU apabila ditemukan bukti pelanggaran.

Kini, dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi menjadi pekerjaan rumah serius di tengah antrean yang belum terurai. Penelusuran tak cukup berhenti pada kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM, tetapi juga harus menjawab ke mana aliran bahan bakar itu berakhir dan siapa saja yang terlibat jika  penyimpangan terbukti.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.