Dessy Ayutrisna Menyampaikan Apresiasi atas Pengukuhan Guru Besar yang Dinilai Sebagai Capaian Penting Dalam Dunia Pendidikan

oleh

BFC, PANGKALPINANG — Momentum Dies Natalis ke-20 Universitas Bangka Belitung tidak hanya menjadi perayaan perjalanan akademik, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang peran ilmu pengetahuan dan kemajuan perempuan di ruang publik.Senin (14/4/2026).

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan Guru Besar yang dinilainya sebagai capaian penting dalam dunia pendidikan tinggi.

Menurutnya, pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga penanda lahirnya kontribusi keilmuan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat dan turut bangga atas pengukuhan Guru Besar ini. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya saat diwawancarai.

Di tengah suasana akademik yang khidmat, Dessy juga menyoroti perubahan besar dalam peran perempuan. Ia melihat adanya pergeseran signifikan dari masa lalu, ketika perempuan lebih sering ditempatkan di ranah domestik, menuju era di mana perempuan hadir aktif di berbagai sektor.

“Kalau dulu perempuan seringkali terbatas pada peran domestik, sekarang sudah jauh berkembang. Perempuan sudah hadir dan berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari sosial, politik, hingga keilmuan yang sebelumnya didominasi laki-laki,” Ucapnya

Sorotan itu menjadi semakin relevan ketika diketahui bahwa dalam pengukuhan tersebut, tiga Guru Besar yang dilantik seluruhnya merupakan perempuan. Bagi Dessy, hal ini bukan hanya simbol, tetapi juga bukti nyata bahwa ruang akademik kini semakin inklusif.

“Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Kita berharap para Guru Besar ini dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik di bidang sosial, pariwisata, hukum, maupun teknologi,” ujarnya.

Di tengah perayaan dua dekade perjalanan kampus, pesan yang muncul menjadi jelas: ilmu pengetahuan dan kesetaraan kini berjalan beriringan, membuka jalan bagi generasi baru untuk berkontribusi lebih luas tanpa batas.

Ia menambahkan, kontribusi para akademisi diharapkan tidak berhenti di ruang kampus, tetapi mampu menjangkau masyarakat luas dan memberikan dampak nyata, termasuk bagi pembangunan daerah.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.